Ustadz Aa Abdul Hamid,S.Pd.I - Acara Upacara Hut Ri Ke 72 Tahun Di Tugu Rengasdengklok

02.14 Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I 0 Comments

Soekarno lebih tua setahun dari Mohammad Hatta. Saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945, usia Soekarno 44 tahun, sudah tiga kali menikah, dan berputrakan si sulung Guntur yang berusia sebelas bulan. Hatta masih lajang, baru menikah pada 18 November 1945, tiga bulan setelah proklamasi.
Apakah perbedaan status marital itu tampak dalam foto saat keduanya bersanding? Tentu tidak. Demikian pula sosok Hatta yang terkenal serius, disiplin, selalu tepat waktu.
Sebagai gambar diam, foto belum tentu dapat bercerita banyak. Yang lebih sering muncul adalah tafsir. Atau malah sekadar menghubungkan sejumlah informasi. Misalnya apakah Bung Karno, panggilan Soekarno, hari itu berpuasa karena kurang sehat, lagi pula sehari sebelumnya dijemput dari markas penculik di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Lalu sesampainya di Jakarta, ia dan Bung Hatta harus ikut rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia hingga subuh. Peserta rapat di rumah Laksamana Maeda Tadashi itu makan sahur di sana karena tuan rumah sudah menyediakannya.
Sejauh ini belum ditemukan dokumen kesaksian apakah suara Soekarno saat membacakan teks proklamasi pada 1945 sama dengan suara saat perekaman pembacaan ulang teks itu enam tahun kemudian. Rekaman itu yang diputar di mana-mana setiap 17 Agustus.
Pagi menjelang proklamasi Bung Karno tak kuat bangun. Ia demam. Pating greres -- dalam bahasa Jawa berarti ngilu kedinginan tapi badan panas sekujur badan. Kalau saja ada catatan kesaksian bahwa suaranya dalam dua kali pembacaan itu berbeda atau malah sama, catatan sejarah akan semakin lengkap.

0 komentar:

SHARETHIS